How to make your own work open access (Indonesian translation)

From Harvard Open Access Project
Revision as of 16:38, 8 October 2017 by WikiSysop (Talk | contribs)

(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to: navigation, search
  • Laman ini adalah bagian dari proyek Harvard Open Access Project (HOAP).
  • Saya pertama kali menulis catatan daring (*online*) ini saat memberikan paparan di Berkman Klein Center pada tanggal October 23, 2012, dengan beberapa tambahan dan revisi. — Peter Suber.
    • Catatan ini fokus kepada prinsip open access untuk makalah peer-review dan versi non peer-review nya atau disebut dengan preprints. Catatan ini tidak membahas tentang buku, tesis dan disertasi, presentasi dalam konferensi, datasets, bahan kuliah, rekaman audio, rekaman video, multimedia, atau kode sumber program (source code). Tetapi saya mungkin akan menambah halaman untuk beberapa kategori dari waktu ke waktu. Peserta yang menyaksikan langsung paparan saya di atas, terdiri dari komunitas Harvard, yang menjelaskan berbagai kondisi yang terjadi di Harvard. Tetapi rujukannya dapat bermanfaat untuk para skolar (akademia) di manapun. Judul lengkap dari paparan di atas adalah "How to Make Your Research Open Access (Whether You're at Harvard or Not)".
    • Setelah catatan ini daring, maka saya mengundang saran-saran.
    • Catatan ini akan lebih bermanfaat dibanding slide paparannya. Saya selalu membuatnya up to date, memberikan tautan dari situs daring yang saya sebutkan, dan saya menggunakan kalimat lengkap. Tetapi untuk informasi anda, berikut ini slide paparannya.
    • Juga silahkan membaca Bab 10 ("Self-help") dalam buku saya, Open Access (MIT Press, 2012), dan pembaruan [Bab 10](http://bit.ly/oa-book#ch10). Buku itu sendiri tersedia secara OA.
  • Berikut tautan pendek yang direkomendasikan untuk diakses dan dibagikan = bit.ly/how-oa

Mempublikasikan karya ke jurnal OA ("gold" OA)

  • Pilih jurnal OA yang sesuai Find a suitable OA journal. Go to the Directory of Open Access Journals (DOAJ) dan carilah jurnal sesuai bidang ilmu anda (browse by field).
    • Saat anda mencari, tanamkan dalam pikiran, bahwa beberapa jurnal OA berkualitas tinggi, memiliki dampak dan prestise yang baik. Beberapa yang lain akan memiliki kondisi sebaliknya. Dalam hal ini, jurnal OA akan sama dengan jurnal non-konvensional, non-OA.
    • Beberapa jurnal menggunakan lisensi terbuka yang liberal, seperti CC-BY. Beberapa lainnya menggunakan lisensi yang lebih terbatas, seperti CC-BY-NC CC-BY-NC-ND. Beberapa jurnal juga ada yang menawarkan akses baca dan unduh gratis, tapi tidak melekatkan lisensi terbuka (open license), artinya, pembaca dapat membaca makalah secara gratis tapi makalah diterbitkan dengan hak cipta penuh (all-rights-reserved copyrights).
    • Beberapa jurnal mengenakan biaya publikasi (disebut juga sebagai article processing charges atau APCs), dan beberapa jurnal lainnya tidak mengenakan biaya ini bagi para penulis (disebut juga fee-based journal atau APC-based journal atau Gold OA journal).
  • Bila jurnal terbaik untuk keperluan anda mengenakan biaya publikasi, cari informasi apakah lembaga pendana atau kantor anda memiliki dana untuk membayarnya. (Biaya ini biasanya dibayar oleh lembaga pendana riset atau kantor afiliasi penulis, bukan dibayar oleh penulis dengan uang pribadi.)
    • Daftar lembaga pendana riset apa saja yang membiayai biaya publikasi bagi para peneliti belum pernah dibuat. Tapi anda dapat melihat daftar dari BioMed Central, atau daftar lebih panjang dari Nature Research/#List_of_funders. Bila artikel yang akan anda publikasikan berasal dari riset yang didanai suatu lembaga, carilah informasi langsung dari lembaga tersebut.
    • Banyak universitas mau membayar biaya publikasi dari para dosennya.
    • Bila anda bekerja di Harvard, mendaftarlah ke dana Harvard Open-Access Publishing Equity (HOPE). Untuk mengaplikasikan pendanaan mirip HOPE ke institusi lain, pelajarilah situs Compact for Open-Access Publishing Equity (COPE).
    • Bila anda perlu untuk membayar biaya publikasi dengan uang pribadi, berikut ini beberapa hal untuk memperkirakan biayanya. Meskipun mengenakan biaya publikasi atas makalah adalah model bisnis yang paling dikenal oleh jurnal peer-reviewed OA, model ini bukanlah yang paling banyak dilakukan. Hanya sekitar 30% jurnal peer-reviewed OA yang menarik biaya ini. Bila jurnal OA memang menarik biaya, biaya tersebut biasanya dibayar oleh lembaga pendana riset (59%) atau oleh universitas (24%). Hanya 12% diantaranya yang dibayar oleh penulis dengan uang pribadi. Lihat Tabel 4 dari dokumen Study of Open Access Publishing (SOAP). Itu berarti hanya 3,6% penulis yang menerbitkan makalah di OA journals (12% dari 31%) yang membayar biaya publikasi dengan uang pribadi. Pada saat yang sama, sekitar 50% artikel peer-reviewed OA diterbitkan oleh jurnal yang menarik APC (fee-based journal atau APC-based journal). Jadi, bila kita menghitung berdasarkan jumlah artikel, bukan jurnal, maka hanya 6% penulis yang menerbitkan makalah di jurnal OA (12% dari 50%) yang membayar biaya publikasi dari uangnya sendiri. Beberapa angka merupakan rata-rata yang juga bergantung secara signifikan kepada bidang ilmu dan jenis kantor afiliasi penulis; lihat Gambar 8 dalam dokumen kajian SOAP.
    • Bila anda ingin membandingkan APC suatu jurnal dengan jurnal yang lain, dan bagaimana APC berkaitan dengan angka Impact Factor jurnal, bacalah FlourishOA.
    • Bila anda ingin mengetahui apakah suatu jurnal menarik APC atau tidak, maka Directory of Open Access Journals (DOAJ) akan memberikan informasinya. Bila jurnal tersebut tidak terdaftar di DOAJ, maka pertimbangkan kembali apakah jurnal itu tepat untuk anda. Agar lebih jelas, baca bab di bawah ini tentang bagaimana mengukur kualitas sebuah jurnal.
  • Bila anda menemukan jurnal OA yang potensial, tapi belum pernah mengetahuinya, maka selidikilah. Manfaatkan jejaring rekan kerja untuk melakukannya.
    • Cari nama-nama editor dan anggota dewan editor. Apakah ada yang anda kenal dan anda hormati?
    • Di atas itu semua, bacalah beberapa sampel makalahnya. Apakah mereka bagus menurut standar anda? Tanya diri anda, "apakah anda akan bangga atau malu bila nama anda dihubungkan dengan jurnal itu? (misal sebagai penulis).
    • Apakah jurnal tersebut terdaftar di Directory of Open Access Journals (DOAJ)? Bila ya, maka anda dapat memilih untuk langsung mempercayainya, ataukah melakukan investigasi lebih dalam. Baca lebih jauh di sini, di sini, atau tentang upaya-upaya DOAJ untuk mengeluarkan jurnal meragukan (untrustworthy journals).
    • Juga ikuti perkembangan dari Cabell's, JournalGuide, JournalReviewer, Journalysis, Peer Review Evaluation (PRE), Quality Open Access Market (QOAM), SciRev, and Think-Check-Submit, yang berupaya memecahkan masalah yang sama (tentang jurnal meragukan atau jurnal pemangsa).
    • Jangan mengasumsikan jurnal yang kurang atau tidak terkenal termasuk jurnal meragukan. jurnal yang low profile tidak mencerminkan kualitasnya yang juga rendah (low quality), terutama untuk jurnal yang baru berdiri, karena umumnya jurnal OA berusia lebih muda dibanding rata-rata jurnal konventional (jurnal non-OA). Jurnal-jurnal baru, baik OA maupun non-OA, menghadapi lingkaran jahat kebutuhan peneliti untuk mengirimkan makalahnya hanya ke jurnal yang dipersepsikan memiliki prestise tinggi untuk membangun reputasi, dan sebaliknya, kebutuhan akan reputasi agar dapat menerbitkan makalah ke jurnal pretisius. Jangan menyalahkan jurnal bila mereka baru setengah jalan untuk melepaskan diri dari lingkungan itu. Bila anda mampu, semaksimum mungkin lihatlah kualitasnya secara seksama, juga makalah yang diterbitkannya. Bahkan jurnal-jurnal yang unggul memerlukan waktu untuk membangun reputasinya yang akan selaras dengan kualitasnya. Bila anda menemukan sebuah jurnal yang baru, jujur, dan kurang dikenal, serta sedang berjuang mendapatkan perhatian dari kalangan akademia, anda dapat menolongnya dengan mengirimkan karya anda yang terbaik. Dalam istilah dari Dewan Penasihat Fakultas di Harvard yang disampaikan di perpustakaan (pada April 2012), "move prestige to open access".
    • Apakah penerbitnya anggota the Open Access Scholarly Publishers Association (OASPA)? OASPA memiliki kode etik yang jelas dan baik, memerlukan proses peer review, kejelasan proses seleksi, biaya-biaya, dan kepemilikan (lisensi makalah), serta tidak mengirimkan segala bentuk pesan sampah (spam) kepada anggota dewan editor untuk meloloskan makalah tertentu. Silahkan juga mempelajari DOAJ Principles of Transparency. Beberapa jurnal OA yang jujur dan berkualitas tinggi belum menjadi anggota OASPA, juga ada yang belum terdaftar di DOAJ. Kita perlu memdorong mereka untuk mendaftar. Bila setelah diinvestigasi anda meragukan jurnal tersebut, maka ikuti panduan untuk menghindari jurnal dari penerbit yang bukan anggota OASPA dan tidak terdaftar di DOAJ. Jangan ragu bila anda memberitahu editornya tentang langkah anda tersebut. Harapannya mereka akan memahami dan kemudian bergabung dengan dua serta menjalankan jurnal dengan standar profesional.
    • Bila ada jurnal OA tidak terkenal yang mengundang anda untuk mengirimkan makalah, atau menerbit karya anda, atau mengundang anda untuk menjadi dewan editor, maka anda dapat meminta bukti keanggotaan atau meminta mereka bergabung dulu dengan OASPA dan terdaftar di DOAJ.
  • Bila anda menemukan jurnal OA yang cocok, maka kirimkan manuskrip anda seperti selayaknya mengirimkan makalah ke jurnal konvensional.
  • Bila anda tidak menemukan jurnal OA yang cocok, lakukan pemeriksaan yang sama pada makalah anda berikutnya. Perubahan berjalan sangat cepat.
    • Bila anda tidak berhasil menerbitkan makalah ke jurnal OA (jenis gold OA), maka anda dapat menerbitkannya ke jurnal non-OA dengan mengunggah manuskripnya dengan cara green OA (dengan mengunggahnya ke repositori OA). Penjelasan lebih lanjut tentang ini dapat dilihat pada Bab Green OA di bawah ini.

Penyimpanan manuskrip dalam repositori OA ("green" OA)

  • Memilih repositori OA yang sesuai dengan karya anda.
  • Bila institusi anda tidak menyediakan repositori OA, maka anda dapat mempertimbangkan layanan repositori OA eksternal, seperti Zenodo, OpenDepot, atau GitHub.
    • Anda juga dapat mengunggah karya anda ke situ web personal atau home page. Tetapi repositori adalah solusi jangka panjang yang lebih baik, karena mereka memiliki beberapa langkah menuju penyimpanan digital (digital preservation) dan menyediakan tautan URL yang tetap (persistent URLs). Sebagai tambahan, mereka juga diindeks dengan baik oleh beberapa layanan mesin pencari, dan akan seterusnya menyimpan karya anda secara OA, saat anda pindah pekerjaan atau bahkan saat telah meninggal dunia.
    • Repositori OA nir laba (Non-profit OA repositories) juga adalah pilihan yang bagus, dibandingkan laman jejaring sosial komersial (for-profit) seperti Academia.edu dan ResearchGate. Baca beberapa argumen yang sistematis dari University of California dan Kathleen Fitzpatrick.
  • Simpanlah karya-karya anda (ke repositori) dari mulai yang terbaru. Simpanlah begitu anda selesai mengerjakannya. Simpanlah berurutan ke dokumen-dokumen yang lebih lama.
    • Bila anda menyimpan dokumen baru, simpanlah dengan segera. Salah satunya saat anda menerima manuskrip yang telah melalui peer-review (sebelum anda lupa status manuskripnya) dan saat anda masih memikirkan berbagai jalan untuk memperluas akses terhadap karya baru anda itu (sebelum anda terganggu dengan jadual kegiatan selanjutnya).
  • Pada banyak contoh, secara legal anda dapat membuat makalah anda yang terbit di jurnal non-OA, menjadi OA. Berikut dua alasannya:
    • Pertama, saat ini banyak penerbit non-OA yang membolehkan anda mengunggah makalah anda secara green OA.
    • Kedua, institusi riset (sebagai pendana atau pelaksana) dapat mengadopsi kebijakan "green OA", bahkan saat penerbit non-OA tidak memiliki kebijakan yang sama.
  • Sayangnya kedua fakta di atas adalah rahasia OA yang paling dijaga ketat, dan menambah daftar kesalahpahaman tetang OA, sebagai contoh, bahwa semua jurnal OA adalah gold OA (APC-based journal atau fee-based journal), bahwa menerbitkan makalah di jurnal non-OA menutup rapat kesempatan untuk menjadikannya OA, bahwa ha-hak penerbitan dimiliki sepenuhnya oleh penerbit, dan bahwa penerbit non-OA tidak melakukan tindakan apapun untuk mengadopsi kebijakan OA atau tidak mengakomodasi sama sekali keinginan penulis untuk membuat karyanya OA.
  • Kesimpulan penting, utamanya untuk peneliti pemula (early-career researchers): Beberapa jurnal OA berada dalam tingkatan top jurnal di bidangnya masing-masing, apakah kita mengukurnya berdasarkan sitasi, skor altmetrics, jumlah pengunduhan, atau repitasi. Ini membuat jurnal OA terus tumbuh sejalan waktu. Tetapi beberapa rekrutmen, promosi, dan komite tenure belum memahami jurnal OA yang bereputasi baik. Bila ini anda alami (bergantung kepada bidang anda dan komite), dan bila anda membutuhkan pengakuan dalam karir dengan artikel yang terbit di jurnal top, maka jangan menyimpulkan bahwa ada imbal balik (tradeoff) antara OA dengan karir anda. Pada kondisi terburuk, hanya akan terjadi imbal balik antara gold OA dan karir anda. Jangan lupakan pilihan green OA option, dan jangan gagal untuk mengambil keuntungan dari kebijakan itu. Kirimkan makalah anda ke jurnal terbaik yang dapat menerima karya anda. (Dapatkant tingkat karir yang tinggi, agar anda dapat memperjuangkan kebijakan OA dari dalam). Bila jurnal tersebut bukanlah jurnal OA, maka simpanlah makalah anda ke repositori OA sesegera mungkin.

Izin

  • Jalur apapun yang anda pilih ("gold" atau "green" OA), jurnal atau repositori akan memerlukan izin untuk membuat karya anda OA. Tetapi izin dari siapa? Jawabannya akan bergantung kepada hak-hak apa saya yang melekat pada makalah anda setelah diterima untuk diterbitkan.
  • Saat anda menulis makalah baru, anda adalah pemilik hak ciptanya. Anda tidak perlu mendaftarkannya untuk sebuah hak cipta. Hak itu sifatnya otomatis. Bila anda belum memindahkan hak-haknya kepada orang lain, maka izin untuk OA akan datang dari anda.
    • Anda dapat mengizinkan publikasi pada jurnal OA (gold OA). Anda hanya perlu menandatangani kontrak publikasi (publishing contract).
    • Anda dapat mengunggah manuskrip yang belum pernah dipublikasikan atau preprint ke repositori OA ([green OA](https://cyber.harvard.edu/hoap/How_to_make_your_own_work_open_access#Deposit_in_an_OA_repository_.28.22green.22_OA.29)). Anda dapat langsung mengunggahnya. Bila ada kotak centang untuk memastikan bahwa anda memiliki hak untuk mengizinkan OA, silahkan mencentangnya. Namun bila anda ingin mengunggah artikel yang telah terbit, maka anda mungkin telah memindahkan sebagian atau seluruh hak kepada penerbit. Untuk itu baca bagian selanjutnya.
  • Bila anda ingin menyimpan makalah yang telah terbit ke dalam repositori, maka repositori tersebut akan memerlukan izin dari pemegang hak cipta (penerbit).
    • Bila anda tetap memegang hak-hak kunci saat makalah anda terbit, yang mana ini sangat jarang, maka anda dapat membuat makalah OA dengan mengunggahnya ke repositori. Anda tidak perlu berkonsultasi dengan penerbit.
    • Bila anda telah memindahkan hak cipta kepada penerbit, ini kejadian paling umum, maka anda akan memerlukan izin dari penerbit.
    • Namun demikian, banyak penerbit non-OA yang paling konvensional yang memberikan izin kepada penulis untuk melakukan "green" OA.
      • Untuk melihat apakah jurnal atau penerbit anda memberikan izin seperti ini, carilah informasi ini di perjanjian publikasi. Atau carilah jurnal atau penerbit di basis data RoMEO.
      • Dalam kebanyakan kasus, izin untuk "green" OA akan diberikan oleh penerbit untuk versi manuskrip yang telah lolos peer-review (seringkali disebut dengan accepted author manuscript atau AAM), bukan edisi penerbit. Untuk mengambil keuntungan dari izin seperti ini, anda perlu mendapatkan manuskrip versi accepted author manuscript, dan unggahlah ke repositori OA pada saat penerimaan.
      • SHERPA juga memiliki daftar pendek para penerbit yang memberikan izin kepada penulis untuk menyimpan manuskrip versi penerbit ke repositori an.
    • Jika jurnal atau penerbit tidak memberikan izin untuk "green" OA, lakukan satu dari beberapa strategi berikut ini.
    • Ajukan permohon izin. Banya penerbit yang tidak menerbitkan izin secara baku, akan menyetujui permohonan kasus per kasus seperti ini.
    • Ajukan permohonan addendum penulis. Penulis dapat mengusulkan modifikasi atau addendum pada perjanjian penerbitan, yang ditulis oleh seorang pengacara, agar penulis mendapatkan izin untuk OA (dan terkadang hak lainnya sekaligus). Karena ini adalah usulan, maka penerbit dapat menerima atau menolaknya.
  • Untuk mendapatkan izin melakukan OA terhadap makalah anda, tanpa bergantung kepada izin dari penerbit, cobalah membuat kebijakan OA gaya Harvard di institusi anda.
  • Harvard Open Access Project (HOAP) dapat membantu anda untuk mendisain kebijakan di institusi anda. Juga pelajari panduan HOAP untuk tata kelola OA yang baik di universitas. (Saya menulis dan menyunting panduan itu bersama Stuart Shieber.)
  • Dengan kebijakan OA gaya Harvard, universitas memberikan hak non-eksklusif (non-exclusive rights) kepada institusi terhadap artikel-artikel ilmiahnya di masa mendatang, termasuk hak untuk OA melalui institutional repository. Langkah ini memastikan para dosen dapat membuat karyanya OA...
    • bahkan bila mereka mempublikasikan makalah di jurnal non-OA,
    • bahkan bila jurnal non-OA tidak mengizinkan penulis untuk "green" OA, dan
    • bahkan bila dosen belum pernah menegosiasikan klausul akses spesial atau izin dengan penerbitnya.

Translasi handout ini

Handout ini juga tersedia dalam Bahasa Yunani (September 2013), Indonesia (September 2017), dan Bahasa Spanyol (January 2014). Saya mengundang pembaca untuk mengirimkan translasi ke dalam bahasa lainnya. Kembali ke versi asli dalam Bahasa Inggris.